Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Ribuan siswa lolos PTN tak daftar ulang. Beasiswa Bidikmisi 2025 jadi solusi biaya kuliah. Simak alasan dan solusinya di sini!.
Sebanyak sekitar 60 ribu calon mahasiswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (snpmb) namun memilih tidak melakukan daftar ulang. Fenomena ini memunculkan pertanyaan tentang kesenjangan biaya pendidikan dan efektivitas program bantuan seperti beasiswa bidikmisi 2025.
Ketua Umum SNPMB 2026, Eduart Wolok, menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jalur penerimaan, bukan hanya SNBP. Data ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem seleksi dan dukungan pembiayaan agar calon mahasiswa benar-benar dapat melanjutkan studi.
Faktor finansial tetap menjadi alasan paling dominan di balik keputusan tidak mendaftar ulang. Selain Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup seperti tempat tinggal dan transportasi menjadi beban tambahan yang memberatkan.
Banyak calon mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi antara waktu pendaftaran dan pengumuman. Hal ini membuat skema bantuan seperti beasiswa kuliah dari pemerintah belum sepenuhnya menjangkau seluruh yang membutuhkan.
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan beasiswa bidikmisi masih terbatas kuotanya. Padahal, banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang justru membutuhkan dukungan biaya agar bisa masuk perguruan tinggi negeri.
Pertanyaan tentang berapa rupiah beasiswa Bidikmisi yang diterima setiap mahasiswa kerap muncul di kalangan calon penerima. Nominal yang didapatkan harus cukup untuk menutupi UKT dan kebutuhan dasar selama masa studi.
Beberapa calon mahasiswa juga mencari informasi mengenai bank mandiri untuk bidik misi sebagai penyalur dana. Proses pencairan yang cepat dan tepat sasaran menjadi harapan agar bantuan benar-benar bermanfaat.

Psikolog Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Andhita Dyorita Khoiryasdien, menyebut fenomena ini juga dipengaruhi faktor psikologis. Banyak remaja belum memiliki komitmen kuat terhadap pilihan jurusan karena kurangnya bimbingan karier di sekolah.
Ketidaksesuaian antara minat dan jurusan yang diterima membuat sebagian calon mahasiswa memilih mundur. Mereka lebih memilih mencari jalur lain yang lebih selaras dengan tujuan masa depan, meskipun harus mengorbankan kursi di PTN.
Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyarankan agar pemerintah memperluas alokasi beasiswa BidikMisi dan KIP Kuliah. Langkah ini dapat menyelamatkan ribuan siswa yang sudah lolos seleksi namun terkendala biaya.
Selain itu, penguatan layanan bimbingan karier di SMA juga penting agar siswa memahami pilihan pendidikan mereka. Dengan begitu, risiko salah jurusan dan putus kuliah bisa diminimalkan di masa depan.
Fenomena 60 ribu mahasiswa tidak daftar ulang menjadi sinyal kompleksitas masalah pendidikan tinggi di Indonesia. Bukan hanya soal biaya, tetapi juga kesiapan psikologis dan sosial calon mahasiswa.
Program beasiswa bidikmisi 2025 dan bantuan lainnya perlu diperluas dan disosialisasikan secara masif. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan perguruan tinggi, diharapkan angka putus kuliah akibat faktor ekonomi dapat ditekan.