Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Program beasiswa tahfidz Abdya 2026 targetkan 100 hafiz dan hafizah. Simak fakta seleksi, dana, evaluasi, dan harapan di artikel ini.
Program beasiswa tahfidz menjadi salah satu andalan pemerintah daerah untuk mencetak generasi penghafal Al-Quran. Di Aceh Barat Daya, program ini berjalan dengan pengawasan ketat dan target ambisius. Artikel ini mengulas lima poin penting tentang pelaksanaan beasiswa tahfidz Abdya tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya meluncurkan program beasiswa tahfidz sebagai program unggulan. Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli menargetkan lahirnya 100 hafiz dan hafizah dalam lima tahun masa kepemimpinan. Program ini bergulir secara bertahap dengan kuota 20 peserta setiap tahunnya.
Kepala Dinas Syariat Islam Abdya, Muhammad Rasyid, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen daerah dalam pengembangan sumber daya manusia. Setiap penerima akan mendapatkan pembinaan intensif dan dukungan dana bulanan. Hasilnya diharapkan mampu memperkuat syiar Islam di Bumoe Breuh Sigupai.
Pendaftaran program beasiswa tahfidz dibuka pada 23 Februari hingga 7 Maret 2026. Sebanyak 60 hafiz dan hafizah dari Abdya mendaftar, namun setelah melalui uji kemampuan hafalan, hanya 20 orang yang dinyatakan lulus. Pengumuman beasiswa tahfidz disampaikan setelah proses seleksi selesai.
Tim penilai terdiri dari Ustaz Taufik Lc dan Ustaz Ruslan yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati. Seleksi awal mengukur hafalan rata-rata 20 juz dari para calon penerima. Mereka yang lolos kemudian mengikuti program pembinaan lanjutan selama periode beasiswa.
Setiap penerima beasiswa tahfidz mendapatkan bantuan dana sebesar Rp2.050.000 per bulan. Dana ini digunakan untuk menunjang kebutuhan menghafal, seperti biaya pondok, kitab, dan transportasi menuju lembaga pendidikan Al-Quran. Bantuan diberikan rutin setiap bulan selama peserta aktif dalam program.

Dengan total anggaran per tahun yang signifikan, pemerintah daerah berharap para hafiz dan hafizah dapat fokus penuh pada target hafalan. Dana tersebut juga memungkinkan peserta untuk mengikuti program tahfidz di lembaga rekomendasi. Setelah menyelesaikan program, peserta berhak mendapatkan piagam tahfidz sebagai bukti kelulusan.
DSI Abdya melakukan evaluasi perkembangan hafalan setiap enam bulan sekali. Selain itu, monitoring rutin bulanan juga dilakukan untuk memastikan progres peserta sesuai target. Evaluasi terbaru berlangsung di Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie pada 1 Juli 2026.
Target hafalan yang dievaluasi adalah capaian dari juz 1 hingga juz 25. Penilaian mengacu pada rekomendasi lembaga pendidikan Al-Quran tempat para peserta belajar. Peserta yang berhasil mencapai target akan mendapatkan piagam tahfidz sebagai apresiasi dari pemerintah daerah.
Muhammad Rasyid berharap seluruh penerima beasiswa dapat melampaui target hafalan 25 juz. Dengan pembinaan berkelanjutan, ia optimis para hafiz dan hafizah mampu menyelesaikan lebih dari 25 juz. Program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan Al-Quran.
Program tahfidz Abdya diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mencetak generasi Qurani. Keberhasilan program ini akan bergantung pada konsistensi evaluasi dan dukungan semua pihak. Semoga ke depannya semakin banyak pemuda yang termotivasi mengikuti jejak hafiz dan hafizah Abdya.
Beasiswa tahfidz Abdya 2026 menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam melahirkan penghafal Al-Quran. Melalui seleksi ketat, dukungan dana, dan evaluasi berkala, program ini diharapkan mampu menciptakan 100 hafiz dan hafizah dalam lima tahun. Semoga upaya ini menjadi ladang amal jariyah bagi semua yang terlibat.